28 Disember 2010

Salam Imtihan Nihai.. Sekadar perkongsian dari emel seorang teman. Mudah-mudahan bisa melenturkan serba sedikit kegelisahan yang melanda.

Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya. Ia tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia tak bisa lagi berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. Kerana terburu-buru, ia melupakan, ada satu jari-jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemanakah hendak di cari satu bagian tubuhnya itu?

Sang roda pun berbalik arah. Ia kembali menyusuri jejak-jejak yang pernah di tinggalkannya. Perlahan, di tapakinya jalan-jalan itu. Satu demi satu diperhatikannya dengan saksama. Setiap benda di amati, dan di cermati, berharap, akan di temukannya jari-jari yang hilang itu.

Ditemuinya kembali rerumputan dan lalang. Dihampirinya kembali bunga-bunga di tengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan serangga kecil di jalanan. Dan dilewatinya lagi semua batu-batu dan kerikil-kerikil pualam. Hei….semuanya tampak lain. Ya, sewaktu sang roda melintasi jalan itu dengan laju yang kencang, semua hal tadi cuma berbentuk titik-titik kecil. Semuanya, tampak biasa, dan tak istimewa. Namun kini, semuanya tampak lebih indah.

Rerumputan dan lalang, tampak menyapanya dengan ramah. Mereka kini tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku. Mereka tampak tersenyum, melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam. Ujung-ujung rumput itu, bergesek dengan lembut di sisi sang roda. Sang roda pun tersenyum dan melanjutkan pencariannya.

Bunga-bunga pun tampak lebih indah. Harum dan semerbaknya, lebih terasa menyegarkan. Kuntum-kuntum yang baru terbuka, menampilkan wajah yang cerah. Kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang roda. Sang roda tertegun dan berhenti sebentar. Sang bunga pun merunduk, memberikan salam hormat.

Dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalanannya. Kini, semut dan serangga kecil itu, mulai berbaris, dan memberikan salam yang paling semarak. Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang meriah. Sayap-sayap itu bergetar, seakan ada ribuan genderang yang di tabuh. Mereka saling menyapa. Dan, serangga itu pun memberikan salam, dan doa pada sang Roda.

Begitu pula batu dan kerikil pualam. Kilau yang hadir, tampak berbeda jika dilihat dari mata yang tergesa-gesa. Mereka lebih indah, dan setiap sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh. Tak ada lagi sisi dan ujung yang tajam dari batu yang kerap mampir di tubuh sang Roda. Semua batu dan pualam, membuka jalan, memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah lama berjalan, akhirnya, ditemukannya jari-jari yang hilang. Sang roda pun senang. Dan ia berjanji, tak akan tergesa-gesa dan berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugasnya.

***

Sahabat, begitulah hidup. Kita, seringkali berlaku seperti roda-roda yang berjalan terlalu kencang. Kita sering melupakan, ada saat-saat indah, yang terlewat di setiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil, yang sebetulnya menyenangkan, namun kita lewatkan karena terburu-buru dan tergesa-gesa.

Hati kita, kadang terlalu penuh dengan target-target, yang membuat kita hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan. Langkah-langkah kita, kadang selalu dalam keadaan panik, dan lupa, bahwa di sekitar kita banyak sekali hikmah yang perlu di tekuni.

Seperti saat roda yang terlupa pada rumput, lalang, semut dan pualam, kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu. Sahabat, coba, susuri kembali jalan-jalan kita. Cermati, amati, dan perhatikan setiap hal yang pernah kita lewati. Runut kembali perjalanan kita.

Adakah kebahagiaan yang terlupakan? Adakah keindahan yang tersembunyi dan alpa kita nikmati? Kenanglah ingatan-ingatan lalu. Susuri dengan perlahan. Temukan keindahan itu!!

* Sumber asal artikel dalam bahasa Indonesia..

* Jangan lepas doa dan putus harap padaNya.. Itu lebih utama..

27 Disember 2010




1. Buat makluman semua sahabat KMKJ seMu'tah, mohon maaf atas perubahan tarikh yang terpaksa dibuat. Berikut maklumat baru mengenai program yang bakal diadakan;

Tarikh : 27 Disember 2010
Masa : Selepas Isyak
Tempat : PUKSMA, Mu'tah
( Makluman dalam iklan asal mohon diabaikan )

2. Permohonan bagi Dana Kijang Emas telah dibuka bermula hari ini ( 26/12/2010) sehingga 6 Januari 2011. Mohon sahabat-sahabat , usah jemu untuk menyampaikan kepada sahabat yang benar-benar memerlukan. Maklumat lanjut : klik sini

27 Disember 2010

Melangkah hari-hari terakhir di tahun 2010 ini, buat saya berfikir..

Meninjau prestasi, membandingkan keadaan diri setelah sekian kalinya..

Pertama, blog yang saya jadikan tasyji' ini nampak semakin bersawang.. Berbanding tahun lepas, prestasi sedikit menurun. Tidak mencapai target yang diinginkan. Adakah ini kayu ukuran pada mutu diri?

Kedua, mutu ilmu, fikrah dan sikap?

Melewati usia awal 20-an, semestinya banyak peristiwa yang berlaku mencorakkan biah, pemikiran dan sikap.. Alangkah ruginya juga andai dalam tempoh ini, tidak banyak mutiara hikmah yang berjaya dikaut.. Semestinya tahap penguasaan perlu lebih terkehadapan berbanding sebelumnya..

Apa isu yang membelenggu hari ini?

Melilau di sisi masyarakat yang ditinggalkan lewat di balik tabloid konspirasi, picisan juga ilmiah meledakkan rasa gundah dengan mutu ilmu, fikrah dan sikap.

Ketiga, bagaimana pula diri ini mampu memberi untuk orang lain?

Tahun pertama dan kedua bukan tahun bulan madu.. Apatah darah manis remaja, merasakan semua perkara yang menggembirakan harus dikecapi sepenuhnya. Andai diberi kepercayaan, buat membimbing yang lain, perlukah sahaja menolak.. Terasa masih belum dapat memberi seperti yang diharapkan. Amanah mendidik, mencetak jundi Islam bukan sesenang mencetak setem sebelum ditampal disampul surat, tapi perlu disemai sejak dari benih. Dibaja, dibelai, diberi kasih sayang, baru ia kan tumbuh sempurna seperti diharapkan.. Namun perlu sedar, usaha bukan asbab untuk hidayah.

Sayang sekali andai ilmu yang diperoleh tidak dimanfaat sepenuhnya. Sayang juga andai kemantapan intelektual dan pengurusan tidak disalurkan dengan baik mengikut saluran yang sebetulnya.

Sebetulnya saya sedikit kesal andai semua wasilah dan asbab ini telah ditukar fungsinya menjadi tujuan. Tidak dinafikan, usaha ke arah kemantapan, keutuhan ia memerlukan satu energi yang keras, tidak jemu dan bersungguh-sungguh. Namun, wajarkah kita berlumba-lumba menaikkan semua wasilah sampai melupakan tujuan utama sesuatu wasilah itu dititipkan. Sampai sekali menyuntik virus permusuhan yang menjadi duri dalam daging, yang akhirnya membawa kehancuran kepada satu kesepakatan dan kesefahaman antara kita selama ini.

Sudah berapa banyak manusia yang hancur dek ketaksuban pada wasilah..

Terasa risau, andai diri memandang sebelah mata sahaja, apa yang boleh diharap dari kata-kata. Mohon Tuhan jauhkan dari :


Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang kamu tidak perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. ( As-s0ff : 2-3 )


Menilai kembali

Memintal tali menjejaki nilai harga sesuatu perbuatan yang telah dilakukan sememangnya harus kita jadikan rutin. Manusia mana yang tidak belajar dari perkara lepas. Ya, sejarah diri, agama dan bangsa.

Perlu kita nilai kembali segala kejahilan kejadian itu agak kita tidak tega mengulanginya lagi. Namun, dek kerana doktrin belajar hanya mahu untuk lulus, ( atau sememangnya itu la yang diharap ), kurang meneliti tambah mengkaji semula, adakah peristiwa yang tercatit itu benar ada dipahat pada batu-batu artifak, jua ter'resam' pada bahan kitab atau ia semata ciptaan penyedap rasa?

Penyedap rasa, buat mencanai generasi yang taklid semata. Tetaplah kita akan menjadi mahasiswa dungu tiada jati diri seumpama lembu dicucuk hidung.

Moga kita semua bukan dari ini..


* Salam juang buat sahabat seperjuangan yang sentiasa dekat di hati, ukhti Nadhirah atas taklifat di bumi ardul Kinanah sana.. Yakinlah, wasilah yang dititipkanNya bukan hanya semata, pasti ada madu yang Dia mahu kirimkan buat dirimu.. Kuatlah ukhti menghadapinya.. Kami sentiasakan doakan dirimu dan sahabat. Mudahan harapan doa bersulam rindu buat peneguh kalian dan kita dalam mengharungi segala apa jua yang bakal mendatang kelak.

* Doa dari abah dan ma.. Moga bisa ditempuh ujian dunia yang sedikit.. Bittaufiq buat semua dalam mengahadapi wasilah imtihan yang bakal menjenguk.. Mohon doanya Ya!


22 Disember 2010

Sudah 15 hari meniti 1432 H
Tinggal 9 hari sahaja lagi untuk melangkah ke tahun baru 2011..


Sudah 22 Tahun 16 hari , mengecap nafas KasihNya..
3 bulan lagi.. Genaplah usia.. Kurniaan dari Dia..

Lebih kurang 10 hari berbaki, menelaah kitab, menekuni semula kefahaman yang cuba meresapi minda..

Jua, mendepani syitaa' kedua yang semakin mencengkam..

Malam ini, bulan cerah memberi sinar.. Menemani saya dan sahabat pulang dari WISMA.. Mencari sedikit ketenangan di balik pertandingan nasyid dan sajak.. rindu pada alunan syair puisi yang sesekali dilagukan tatkala kesunyian..

Baru semalam dikhabarkan seorang ulama' besar Jordan telah kembali ke Rahmatullah, memberi ingatan, musafir ke sini bukan untuk saja, tapi buat mengilap permata berharga umat..

Juga terimbau segala isu yang mula melata, ketandusan penegak dan pengislah..

Siapa lagi yang mahu kita harapkan? Orang lain.. Masih belum bersedia.. atau mahu mencipta seribu alasan untuk tidak memberi?

Sayang sekali ilmu yang dititipkan kalau begitu.. Ilmu buat menanggung makan pakai sendiri.

Bulan, masih mengambang malam ini,
Mudahan, cahaya itu masih ada esok, juga lusa..
Walau kemilau makin hilang,
Ku tahu, ia mesti kembali..


Lantas kita, sekurang-kurang menjadi bulan kalau tak mampu untuk menjadi mentari..

........................

* Mencari nilai rasa buat mengungkap kata.

9 Disember 2010

Alhamdulillah, so far so good. Sorry, this blog seems not very well, as I say in the title : Healing.. Keep to move and still trying to settle a lot of jobs that had been left before.. Some stories to share :

1) Eid Adha : For The Forth Eid in Jordan

Ukhuwwah fillah abadan..

Yum,yum.. Missing Malaysia..

The late cow.. In memories..

Keep waiting.. Yallah, bi sur'ah

2. Exam's fever : Juhud + Gembira

3. Just a simple surprise party for my birthday... ( Naughty girls, " CUpCaKeS ), thank you..
* Anyway, All of thanks mostly for my mom and dad, nothing can take your place in my heart, nothing can be compared for all of loves and things that you have done for me... Since baby's time until now..
* K.Fatihah, Aisyah and others, no more words to say, Allah only the best to pay all of your attentions for me.




Ya Allah, please keep this love, mahabbah to the end.. Ana uhibukum fillah.. Daaiman abadan-abadan abadan.. Wa arju hatta ilal jannah.. Aamin..

Ya Allah, please keep us to stay in this way, li nasyri da'watul Islam ila 'alam.. wa fi Taatik.. fi rahmatik.. Wahdina ila siratal mustaqim..

* Broken languange... Sory, still learning. More practice will make more perfect, Insyaallah.
Fi amaanillah..